Beberapa Fakta Menarik Negara Albania

1. Nama Albania berasal dari nama suku kuno, Albanoi, yang pada tahun 200 M menghuni provinsi Durres dan Dibra yang sekarang menjadi wilayah Albania.

2. Orang Albania keturunan suku Illyria yang menempati Balkan barat selama milenium kedua s

ebelum Masehi. Bahasanya berasal dari bahasa Illyria, yaitu campuran dari pengaruh bahasa Romawi dan Slavis.

3. Bahasa Albania, sebagai salah satu dari 9 bahasa Indo-Eropa, adalah salah satu bahasa tertua di Eropa dan bukan berasal dari bahasa manapun. Ke-8 bahasa lainnya adalah bahasa Armenia, Balto-Slavik, Hellenis, Indian, Iran, Itali, dan Seltik.

4. Raja terkenal pertama Illyria bernama Hyllus yang meninggal pada tahun 1225 SM. Namanya diabadikan dalam bahasa Albania dengan istilah “yll”, yang artinya “bintang”.

5. Raja Bizantium, Anastasius (491-518 M), adalah orang Albania. Dia lahir di Durres di pantai Albania.

6. Orang Albania menyebut Albania dengan “Squiperia” atau lengkapnya “Republika e Shqiperise”. Selama zaman pertangahan Albania disebut dengan Arber.

7. Albania mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kekaisaran Otoman pada tahun 1912, tetapi kemudian ditaklukkan oleh Italia pada tahun 1939. Partisan Komunis berkuasa di Albania pada tahun 1944. Albania bergabung dengan Uni Soviet (sampai tahun 1960), dan kemudian dengan Cina (sampai tahun 1978). Pada awal tahun 1990-an, Albania mengakhiri kekuasaan Komunis selama 46 tahun dan beralih menjadi negara demokrasi multi partai.

8. Merah dengan elang berkepala dua di tengahnya adalah bendera Albania yang didesain oleh pahlawan George Castriota Skanderbeg pada abad ke-15, yang berhasil menumbangkan Turki dan berhasil memerdekakan banyak wilayah Albania (1443-1478). Simbol elang merupakan tradisi Albania yang menganggap dirinya sebagai keturunan elang, mereka menunjuk dirinya sebagai “Shkypetars”, yang artinya “Anak Elang”.

9. Di bawah kepemimpinan Enver Hoxha, Albania mendeklarasikan sebagai negara ateis pertama di dunia pada tahun 1967.

10. Gelar resmi Hoxha adalah “Comrade (sahabat)-perdana menteri-Menteri Peperangan-Kepala Komandan Tentara Rakyat”.

11. Di bawah diktator Hoxha, penguasa pengikut Stalin, agama dilarang di Albania di bawah revolusi budaya gaya Mao. Seluruh gereja dan masjid diambil alih oleh negara dan pada tahun 1990 sekitar 95% bangunan-bangunan keagamaan dihancurkan atau dirubah penggunaannya menjadi sinema dan gudang. Hampir 2000 gereja Katolik dan Orthodoks dihancurkan. Lebih dari 100 pendeta Katolik dihukum mati atau mati karena disiksa atau di kamp kerja. Hoxha membangun museum ateisme yang di dalamnya memajang yang menurut dugaan, potret Paus John XXIII, yang mengetahui Gereja Katolik dari tahun 1958 sampai 1963, sedang berdansa dengan pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev.

12. Sistem undang-undang Albania adalah mengikuti sistem hukum Eropa-Atlantik, tetapi di beberapa wilayah pedesaan masih memakai Hukum Lekë Dukagjini (The Code of Lekë Dukagjini), yaitu kode hukum Kristen tradisional Albania yang dibuat oleh Leke Dukagjini. Meski hukum ni sekarang sudah ilegal, namun masih dihormati dan dipraktikkan di beberapa bagian di Albania dan Kosovo. Hukum ini mempengaruhi budaya Albania terutama pada masalah keluarga dan pernikahan. Menurut Kode Hukum Albania laki-laki dan perempuan tidak diperbolehkan memilih istri atau suaminya berdasarkan pilihannya sendiri, tetapi orang tuanya yang memutuskan pilihannya. Menurut hukum ini definisi pernikahan adalah “untuk membentuk rumah tangga, menambah keluarga lain ke dalam keluarganya sendiri, untuk tujuan menambah tenaga kerja dan menambah jumlah anak”.

13. Mother Teresa (Anjezë Gonxhe Bojaxhiu) atau Agnes Bojaxhiu , pada umumnya dianggap sebagai satu-satunya orang Albania yang memenangkan Nobel Perdamaian, meski lahir di Skopje pada tahun 1910 (sekarang di Makedonia tetapi kemudian di Kekaisaran Ottoman). Bojaxhiu adalah bahasa Albania yang artinya “Pelukis”

14. Satu-satunya peraih nobel dari Amerika keturunan Albania adalah Ferid Murad pada tahun 1998 dalam bidang kedokteran. Ayahnya adalah orang Albania.