Beberapa Fakta Menarik negara Buthan

1. Penduduk Paling Bahagia.

Bhutan memiliki populasi kurang lebih 700.000 jiwa. Dari jumlah tersebut 97% diantara mengaku bahwa hidup mereka bahagia. Mayoritas penduduk Bhutan memeluk agama Budha dan sangat menerapkan prinsip-prinsip kesederhanaan yang diajarkan oleh agama mereka. Tidak heran meskipun dengan GDP yang hanya sebesar 2.500 dollar AS per tahun penduduk Bhutan sudah bisa bahagia.

2. Hari di Mana Salju Pertama Turun adalah Hari Libur Nasional.

Salju pertama memang selalu di nanti karena menawarkan keindahan tersendiri bagi penikmatnya. Jika di negara lain salju dinikmati karena keindahannya, berbeda dengan Bhutan yang sangat menghargai salju. Saking berharganya, saat salju pertama turun di wilayah Tiger Nest, seluruh negara di hari itu juga akan langsung berlaku hari libur nasional. Hal ini dikarenakan salju dianggap sebagai pembawa rejeki, yang mana saat mencair airnya akan mengalir ke arah lembah yang merupakan areal pertanian.

3. Teknologi Diperkenalkan Mulai Tahun 2000an.

Sebelum tahun 2000an Bhutan adalah negara yang cukup tertutup. Bahkan di tahun 90an TV masih dilarang penggunaannya di negara ini. TV, mobil dan teknologi lainnya baru berkembang pesat setelah memasuki periode tahun 2000an. Meskipun demikian untuk bisa memiliki teknologi ini haruslah orang-orang yang berpenghasilan cukup tinggi karena beban pajak yang cukup besar.

4. Hanya Dua Cara untuk Bisa Travelling.

Wisata ala backpacker yang belakangan sedang tren sangat dilarang dilakukan di Bhutan, hanya terdapat dua cara untuk bisa menjelajahi negara ini. Pertama adalah dengan cara mengikuti paket tour yang disiapkan oleh pemerintah Bhutan. Meskipun harga tiap paket cukup mahal, namun sepadan dengan kualitas yang diberikan, mulai dari hotel bintang lima, makanan mewah, guide yang selalu siap menemani, dan beberapa hal lainnya.

Cara kedua adalah dengan diundang secara langsung oleh penduduk lokal. Akan menguntungkan jika memiliki teman atau kenalan yang asli warga Bhutan karena kalian tidak perlu ikut paket tour yang harganya cukup mahal. Namun, dalam setahun penduduk lokal hanya diizinkan mengundang dua orang saja dan dengan pengurusan dokumen-dokumen yang cukup banyak.

Jumlah wisatawan yang masuk ke Bhutan sangat dibatasi karena menurut pemerintah mereka jumlah wisatawan yang terlalu banyak akan menyebabkan sulitnya mempertahankan budaya asli warga Bhutan. Wisatawan yang paling banyak berkunjung ke Bhutan berasal dari Jepang dan China.

5. Tidak Ada Lampu Lalu Lintas.

Bhutan tidak memiliki lampu lalu lintas. Petugas yang terdapat dalam gambar lah yang bertindak untuk mengatur lalu lintas. Dengan menggunakan sarung tangan berwarna putih, petugas mengatur kelancaran lalu lintas. Meskipun tidak ada lampu lalu lintas, warga Bhutan tetap patuh terhadap peraturan di jalan raya loh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *