Fakta Menarik Papua Nugini

Papua Nugini, bagaimana pun, masih memiliki ikatan yang kuat dengan Indonesia, terutama dengan penduduk asli Papua. Secara resmi diakui sebagai Negara Independen Papua Nugini, negara ini merupakan negara Oseania yang menempati bagian timur pulau Irian Jaya bersama Papua, dan pulau-pulau lepas pantai di Melanesia, di bagian barat daya Samudera Pasifik di sebelah utara Australia. Meski telah lama mengetahui tentang Papua Nugini, tentu masih banyak dari kita yang tidak tahu mengenai hal-hal menarik seputar negara yang jarang terdengar beritanya di dunia internasional ini. Berikut adalah lima fakta menarik tentang Papua Nugini, yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber. Mari kita simak bersama!

1. Geografi
Menempati area seluas 462.840 kilometer persegi, Papua Nugini adalah negara terbesar ke-54 di dunia. Papua Nugini memiliki daerah dataran tinggi terpadat, yang sebagian besar ditutupi dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan yang lebat itu dapat ditemukan di dataran rendah dan pesisir, serta daerah lahan basah yang sangat besar di sekitar sungai Sepik dan Fly. Daerah tersebut membuat pemerintah Papua Nugini sendiri menjadi kesulitan mengembangkan infrastruktur transportasi. Beberapa daerah hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau dengan pesawat udara.

Puncak tertinggi di negara itu adalah Gunung Wilhelm yang berada pada ketinggian 4.509 meter. Papua Nugini juga dikelilingi oleh terumbu karang yang berada di bawah pengawasan ketat pemerintah, demi kepentingan pelestarian. Negara ini juga terletak di Cincin Api Pasifik, pada titik pertemuan beberapa lempeng tektonik. Oleh karenanya, Papua Nugini memiliki sejumlah gunung berapi aktif, yang sering sekali meletus. Gempa bumi relatif sering terjadi, terkadang bahkan disertai tsunami.

2. Budaya
Diperkirakan lebih dari seribu suku adat hidup berdampingan di Papua Nugini. Karena keberagaman ini, banyak ekspresi budaya yang muncul di negara tersebut. Masing-masing suku telah menciptakan bentuk-bentuk ekspresif tersendiri dalam seni, tari, persenjataan, kostum, menyanyi, musik, arsitektur dan masih banyak lagi. Sebagian besar dari kelompok-kelompok budaya tersebut juga memiliki bahasa sendiri. Mereka umumnya tinggal di desa-desa, dan mengandalkan pertanian subsisten. Di beberapa daerah, beberapa suku masih berburu dan mengumpulkan tanaman liar (seperti akar ubi) untuk makanan mereka.

3. Transportasi
Kerang laut juga tidak lagi menjadi mata uang di Papua Nugini, karena itu telah dihapuskan sebagai mata uang pada tahun 1933. Namun, tradisi ini masih menjadi kebiasaan masyarakat daerah di Papua Nugini. Dalam beberapa budaya lokal, untuk meminang pengantin wanita, pengantin pria harus membawa sejumlah cangkang kerang yang bermata emas sebagai mahar. Di daerah lainnya, harga pengantin dibayar dengan babi, kasuari atau uang tunai.

4. Agama
Pemerintah menegakkan hak konstitusional untuk kebebasan berbicara, berpikir, dan beragama. Sensus tahun 2000 menemukan bahwa 96 persen dari masyarakat Papua Nugini memeluk Kristen. Namun, masih ada banyak warga yang menggabungkan agama Kristen dengan beberapa praktik keagamaan tradisional setempat. Dan sekitar 4.000 orang di Papua Nugini mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim. Agama-agama tradisional di Papua Nugini juga seringkali digolongkan animisme. Beberapa juga cenderung memiliki unsur pemujaan leluhur.