Fakta Menarik Fenomena LGBT

Fakta Menarik Fenomena LGBT
Fakta Menarik Fenomena LGBT

Fakta Menarik Fenomena LGBT – Dalam proses kehidupan, seseorang dituntut untuk melakoni aktifitas hidup yang tidak menyimpang. Hal ini dilakukan, agar kita sebagai manusia dapat diterima di lingkungan sosial. Salah satunya seperti menentukan identitas pribadi yang paling krusial. Identitas krusial yaitu bagian di mana manusia menggolongkan dirinya sebagai perempuan atau sebagai laki-laki.

Situasi dan lingkungan merupakan salah satu faktor yang menentukan peristiwa tersebut. Sebab, dalam menjalani hidup, manusia dihadapkan dengan berbagai macam pilihan seperti apa yang kita kenakan dan makan, bagaimana cara berinteraksi satu sama lain, dan di mana saja kita menghabiskan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Keempat hal ini sangat menentukan dimana posisi sosial atau status sosial kita berada. Karena keadaan tersebut dapat mempengaruhi identitas pribadi yang ada dalam diri manusia itu sendiri.

Di lingkungan masyarakat, manusia selalu diikuti oleh keberadan status sosial yang dikenal masyarakat sebagai “Gaya Hidup”. Seiring dengan perkembangan zaman gaya hidup yang dimunculkan seringkali tidak biasa atau terlihat menyimpang. Belakangan ini muncul wacana pasangan sejenis yang menarik perhatian di masyarakat.

Sejumlah orang terang-terangan mempublikasikan diri sebagai kaum homoseksual di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Makassar dan Yogyakarta. Mereka pun akhirnya bertemu dan membentuk suatu komunitas.
Lesbian merupakan salah satu orientasi seksual terhadap sesama jenis (wanita), sedangkan gay adalah orientasi seksual terhadap sesama jenis (laki-laki). Tapi kenyataan di masyarakat, bahwa komunitas gay masih lebih terang-terangan dibandingkan dengan komunitas lesbian.

Di Indonesia sendiri komunitas Gay dan Lesbian sedikit banyak belum bisa diterima di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat berpandangan miring, benci, kotor, serta jijik bahkan ada yang mengucilkan dan menjauhi mereka. Tetapi di samping itu terdapat juga masyarakat yang justru pro terhadap komunitas ini.

Munculnya LSM serta situs khusus untuk komunitas lesbian dan gay merupakan bukti dukungan dari sejumlah masyarakat. Karena menurut mereka kaum homoseksual memiliki Hak Asasi Manusia yang patut dilindungi. Organisasi ini menangani kehidupan para homoseksual untuk diberikan keterampilan serta informasi mengenai gaya hidup mereka.

Salah satu bentuk pengaplikasian dari kondisi komunitas ini adalah dengan terbentuknya beberapa LSM seperti Swara Srikandi di Jakarta, LGBT Gaya Nusantara, LGBT Arus Pelangi, dan Lentera Sahaja juga Indonesian Gay Society di Yogyakarta.

Di samping itu juga muncul sarana chatting dan facebook yang dijadikan ruang untuk saling mengetahui dan mengenal. Sarana ini digunakan sebagai media berbagi cerita dan tentu saja menjadi ajang pencarian pasangan. Bukti-bukti di atas merupakan salah satu contoh berkembangnya komunitas homoseksual di masa kini.

Hasil survey YKPN menunjukan bahwa ada sekitar 4000-5000 penyuka sesama jenis di Jakarta. Gaya Nusantara memperkirakan ada 260.000 dari 6 Juta penduduk Jawa Timur adalah Homo. Kaum gay yang tercatat sebagai member komunitas gay di Indonesia terdapat 76.288.

Sedangkan Oetomo memperkirakan secara Nasional, terdapat 1% jumlah komunitas Homoseksual di Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa contoh orang-orang yang berani mempublikasikan dirinya gay dikhalayak umum seperti Oetomo yang merupakan presiden Gay di Indonesia, Samuel Wattimena merupakan seorang designer terkenal yang membuat pengakuan sebagai gay di Kompas edisi 18 Maret 2001, dan Jupiter Fourtissimo merupakan seorang aktor yang membuat pernyataan langsung diacara Silet 24 Januari 2008. Lesbian sendiri mempunyai dua tipe yang dibedakan oleh Jones dan Hesnard (dalamBeauvoir, 2003), yaitu Butch dan Femme.

Butch adalah perempuan maskulin yang berhasrat meniru laki- laki(tipe ini mengambil peran sebagai laki-laki dalam hubungan lesbiannya). Femme adalah seorang feminin yang takut terhadap laki-laki (tipe ini mengambil peran wanita dalam hubungan lesbiannya).

Sedangkan Gay mempunyai dua tipe juga yaitu Top dan Bot. Top adalah laki-laki yang berpenampilan rapi dan macho (tipe yang mengambil peran sebagai laki-laki dalam hubungan gaynya). Bot adalah laki-laki yang feminin (tipe yang mengambil peran sebagai wanita dalam hubungan gayanya).Banyaknya faktor yang mempengaruhi timbulnya kaum Homoseksual sendiri timbul dari faktor keluarga dan faktor lingkungan.

Biasanya faktor keluarga lebih menjerumus pada kurangnya peran orang tua pada anak atau kasus perceraian, kekerasan,bahkan penganiayaan dalam rumah tangga. Akibatnya, seorang anak bisa mengalami trauma. Traumatik yang parah sering ditimbulkan karena peristiwa masa lalu seorang anak. Seperti contohnya, bisa dikaitkan pada perilaku penganiayaan orang tua pada anak atau kasus pemerkosaan ayah terhadap anak perempuannya. Faktor ini biasanya menyebabkan sang anak menjadi takut untuk berinteraksi dengan lawan jenis.

Selain itu, faktor lingkungan di mana seseorang merasa nyaman dan lebih tertarik dengan sesama jenisnya daripada lawan jenisnya.Berkaca dari pengalaman, kita dapat melakukan pencegahan dengan melakukan rehabilitasi atau pengarahan kepada komunitas homoseksual ini.

Di samping itu, sebaiknya kita sebagai sesama manusia seharusnya memberikan dukungan moral untuk membantu mereka mengatasi masalah ini. Peran orang tua dalam mendidik anak agar tidak terjadi penyimpangan transgender pun juga dibutuhkan.

Sumber : dijalanterang.com

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *